Hak Paten Pempek Dapat Diajukan Melalui Komunitas

Oleh karena itu, sebaiknya pengajuan hak paten atau hak cipta itu diajukan berdasarkan komunitas dari pengelola produk tersebut. Misalnya para pengusaha pempek di Palembang mengajukan pematenan makanan pempek tersebut.
Demikian dikatakan budayawan dan sejarawan Palembang Djohan Hanafiah, dalam sebuah perbincangan, Jumat (04/09/2009).
“Bila bukan oleh komunitas pengrajin juga dapat diajukan organisasi adat, misalnya Kerukunan Keluarga Palembang (KKP) yang mengajukan hak patennya,” kata Djohan.
Seperti diberitakan sebelumnya, penganan atau makanan asli Palembang yakni pempek belum terdaftar di HKI. Tapi merek yang mendampingi makanan khas sudah banyak yang dipatenkan seperti Pempek Pak Raden dan Pempek Nony.
Demikian dijelaskan Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Hukum Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Sumatra Selatan, Ardiansyah, kepada pers, pada Rabu (02/09/2009) lalu.
MUI Sumsel: Perketat Pengawasan Hewan Potong
Ketua MUI Sumsel, Drs KH.M Sodikun di Palembang, Sabtu mengatakan, pentingnya pengawasan itu karena kebutuhan daging meningkat menjelang Idul Fitri 1430 Hijriah ini.
Dikatakannya, menghadapi lebaran umumnya kebutuhan warga terhadap daging sapi meningkat yang berdampak juga terjadi kenaikan harga di pasaran.
Bila kebutuhan meningkat serta harganya mahal, maka dikhawatirkan daging sapi tersebut dicampur dengan daging hewan yang haram dimakan, kata dia.
Oleh karena itu aparat terkait perlu terus mengawasi peredaran hewan potong tersebut, supaya masyarakat lebih yakin dalam membeli daging yang dijual di pasaran.
Selain itu, penting juga diawasi tempat pemotongan hewan terutama cara memotong yang sesuai dengan anjuran agama Islam, kata dia.
Memang, dalam memaksimalkan pemotongan hewan pihaknya sering melakukan kegiatan dengan melatih petugas pemotong hewan, karena hewan jenis sapi dan kerbau termasuk produk makanan yang dikonsumsi harus halal bagi kaum Muslim, kata dia lagi.
Selain itu memakan produk yang haram atau kurang baik akan berdampoak bagi kesehatan termasuk moral bangsa, kata dia pula.
Wagub Tak Yakin Warga Yahukimo Meninggal Kelaparan
Jayapura (ANTARA) – Wakil Gubernur Papua, Alek Hesegem, menyatakan ketidakyakinannya puluhan warga Kabupaten Yahukimo meninggal karena kelaparan.
“Saya tidak yakin 92 warga Yahukimo itu meninggal hanya karena kelaparan. Pasti ada penyebab lain,” katanya di Jayapura, Sabtu.
Ia memperkirakan ada faktor lain yang menjadi penyebab warga meninggal dunia, misalnya karena busung lapar atau kekurangan gizi.
Menurut dia, kelaparan itu sendiri disebabkan beberapa hal, antara lain karena tanaman umbi-umbian yang menjadi makanan pokok masyarakat terserang hama, sehingga tidak bisa dikonsumsi.
Selain itu, sebelumnya di Yahukimo juga berlangsung musim buah kelapa hutan atau pandan hutan, sehingga masyarakat malas berkebun untuk menanam umbi-umbian.
“Masyarakat benar-benar beralih mengonsumsi kelapa hutan, sehingga kemudian mereka kekurangan bahan pangan ketika kelapa hutan habis,” ujarnya.
Alek Hesegem sendiri berasal dari Distrik Kurima, salah satu wilayah di Kabupaten Yahukimo. Ia juga mengaku pernah menghadapi kasus serupa ketika masih remaja.
Ketika ditanya langkah apa yang akan diambil untuk membantu masyarakat, ia mengatakan hingga kini belum mendapat laporan dari Pemda Yahukimo.
“Kami masih menunggu laporan dari pemda setempat, karena ini bukan kasus bencana alam seperti gempa bumi atau sebagainya,” jelas Hesegem.
Namun demikian ia memastikan saat ini sudah menyiapkan sekitar tiga hingga lima beras yang akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kasus kelaparan di Kabupaten Yahukimo yang dilaporkan pihak gereja itu terjadi di tujuh distrik dan telah merengut 92 jiwa.
Pada tahun 2005 daerah itu juga pernah dilanda kasus kelaparan.
Di Facebook, Teman Bisa Dibeli


PC Daur Ulang Plastik
Jakarta – Lenovo mengumumkan ThinkCentre M57/M57P ‘Eco’ ultra small desktop PC, yang diklaim menjadi PC desktop pertama yang menerima sertifikasi Green Guard.
ThinkCenter M57/M57P mendapat peringkat EPEAT Gold, Energy Star 4.0 dan merupakan ThinkCenter pertama dengan materi daur ulang dari plastik barang konsumen.
“Kami dengan bangga menyatakan bahwa ThinkCenter M57/M57P adalah desktop pertama yang memenuhi standar untuk emisi kimia,” kata Carl Smith, CEO Green Guard Environmental Institute dalam rilisnya.
Mendapatkan sertifikasi Green Guard, berarti Think Center M57/ M57P telah diuji dengan 2000 emisi kimia yang berbeda. Green Guard Environmental Institute sendiri telah memberikan sertifikasi ke lebih dari 150 ribu produk dan bahan-bahan untuk emisi dari komponen organik yang tidak stabil serta bahan kimia lainnya.
Prediksi IDC, pengiriman ultra small form factor global akan tumbuh 37,9 persen antara tahun 2008 dan 2011. Jadi kebutuhan untuk perangkat ‘kecil’ akan tetap tumbuh.
Produk yang dibanderol dengan harga US$ 1.066 ini juga menyediakan ThinkVantage Teknologi dari Lenovo. Dengan satu tombol, pengguna dijanjikan dapat menghilangkan virus, memperbaharui sistem, membersihkan hard drive dan mendapatkan bantuan sistem.






