8 Kiat Mencegah Laptop Overheat

2008 April 23
Comments Off
oleh Galih tanpa seorang ratna

Jakarta – Insiden laptop meledak karena overheat (panas berlebih) belakangan ini seringkali terjadi. Tentunya kejadian ini membuat para pengguna laptop yang lain turut ketar-ketir.

Waspada memang penting, tapi jangan sampai kita menjadi paranoid. Untuk itulah, simak 8 kiat untuk menghindari terjadinya overheat pada laptop, seperti dikutip detikINET dari Laptop-overheating, Jumat (18/4/2008):

1. Bersihkan sistem ventilasi pada laptop dengan kompresor.
2. Selalu letakkan laptop di permukaan yang keras. Hindari meletakkan laptop di selimut, kain wool atau permukaan lembut lainnya yang dapat menghalangi angin dan pertukaran udara.
3. Matikan laptop sebelum memasukkannya ke dalam kotak/tas. Jika Anda tidak ingin mematikannya, atur laptop dalam kondisi hibernate. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya proses peningkatan panas. Jangan sekali-kali meletakkan laptop yang sedang beroperasi di tempat yang sempit, ini bisa meningkatkan panas.
4. Instal software monitoring, seperti SpeedFan, yang memungkinkan Anda untuk mengawasi dan memantau suhu prosesor, hard drive dan komponen lainnya.
5. Atur setting power untuk mencegah panas berlebih pada komponen seperti layar dan hard drive. Turunkan power secepatnya jika memang tidak dibutuhkan.
6. Anda juga bisa menggunakan pendingin laptop yang dapat mencegah panas berlebih.
7. Jika laptop Anda berpotensi mengalami overheat dan masih dalam masa garansi, jangan ragu untuk melaporkan keluhan Anda tersebut.
8. Jika Anda berencana membeli laptop baru, jangan gegabah! Telitilah dulu dengan seksama. Cari informasi tentang laptop model dan merek apa yang sering overheat, sehingga Anda tidak menyesal di kemudian hari.

(sumber:detikinet)

5 Jurus Bijak Berkomputer agar Bumi Tersenyum

2008 April 23
Comments Off
oleh Galih tanpa seorang ratna

Jakarta – Terkait dengan Hari Bumi yang jatuh setiap tanggal 22 April, tak ada salahnya kita turut berpartisipasi. Salah satu caranya adalah dengan memakai komputer secara bijak untuk menghemat sumber daya alam yang makin menipis pun juga menghemat biaya.

Caranya? Simak di tips dan trik detikINET berikut yang dikutip dari PCWorld, Senin (21/5/2008).

1. Hemat Kertas dan Tinta Printer

Anda bisa mengemat kertas misalnya dengan mencetak di dua sisi kertas. Selain itu teliti selalu sebelum mencetak untuk menghindari pengulangan. Anda juga bisa mengunduh software GreenPrint World untuk menghindari pemakaian tinta berlebihan.

2. Hentikan Pemakaian CD/DVD Berlebihan

Seringkali orang memakai CD dan DVD hanya untuk menyimpan data berukuran kecil saja dan membuang percuma kapasitas yang tersisa. Untuk itu, efektifkan pemakaian CD dan DVD sampai kapasitasnya penuh sebelum membeli yang baru.

3. Manfaatkan Pengatur Daya Komputer

Terkadang Anda lupa mematikan komputer misalnya karena ketiduran yang berarti boros listrik. Untuk itu manfaatkan pengatur daya komputer. Bagi pengguna Windows, segera klik Control Panel dan akses Power Options untuk mengatur daya sehingga komputer akan mati atau dalam keadaan hibernation
saat tak terpakai.

4. Matikan Saja

Segala macam perangkat pendukung komputer seperti monitor, printer atau scanner lebih baik langsung dimatikan jika sedang tak dipakai.

Hal yang sama juga bisa diterapkan bagi perangkat elektronik lain misalnya ponsel, PDA atau konsol game portabel untuk menghemat dan mengawetkan baterai. Jika baterai sudah penuh saat isi ulang, langsung cabut chargernya.

5. Maksimalkan Komputer Bekas

Seiring perkembangan teknologi, banyak konsumen bergonta ganti komputer dan perangkat elektronik. Untuk itu, barang elektronik bekas Anda sebaiknya terus dimanfaatkan misalnya dengan diberikan pada saudara, didaur ulang atau untuk tukar tambah.
(sumber:detikinet)

40 Persen Orang Eropa Gaptek Internet

2008 April 23
Comments Off
oleh Galih tanpa seorang ratna

Brussel – Selama ini, Eropa dikenal sebagai rumah dari negara-negara yang paling melek internet di dunia. Namun ternyata, sebuah data dari Komisi Eropa mengungkap fakta yang cukup mengejutkan. Banyak warga di negara Uni Eropa yang masih belum tersentuh internet.

Seperti dikutip detikINET dari International Herald Tribune, Senin (21/4/2008), sebanyak 40 persen warga Uni Eropa dikatakan belum pernah sama sekali menyentuh dunia internet. Negara asalnya pun bermacam-macam.

Sekitar dua per tiga warga Rumania, Bulgaria dan Yunani dilaporkan sama sekali asing dengan dunia online. Sementara di sisi lain, internet telah menjadi makanan sehari-hari bagi hampir semua warga Denmark dan Belanda.

Terkait masalah ini, Komisi Eropa menyalahkan pemerintah-pemerintah di benua biru tersebut yang dinilai tidak cukup membuka pasar bagi persaingan luas, yang dapat menurunkan harga akses broadband sehingga lebih banyak orang berkesempatan menjelajah dunia maya.

Tarif internet di negara-negara Eropa memang sangat beragam. Khusus di negara-negara Eropa Timur, tarif internet dikatakan lebih mahal ketimbang wilayah Eropa lainnya.

Di Slovakia misalnya, konsumen harus membayar sedikitnya US$ 77 atau setara dengan Rp 708 ribu untuk akses broadband dengan kecepatan download 1 Megabit/detik. Sementara di Negara Kincir Angin Belanda, harga internet mulai dari US$ 22 atau sekitar Rp 202 ribu.

(sumber:detikINET)

Songket Palembang 300 Tahun Menarik Pengunjung

2008 April 17
Comments Off
oleh Galih tanpa seorang ratna

Kamis, 17 April 2008 Image17 Mei Diboyong ke Kairo

JAKARTA – Pameran kain tradisional unggulan “Adi Wastra Nusantara” di Jakarta Convention Center (JCC), kemarin (16/4), dibuka Ibu Negara Ani SBY dan langsung diserbu pengunjung. Berbagai jenis kain tradisional dari seluruh Nusantara ditampilkan, termasuk kain songket Palembang, yang dibawa Dekranasda Sumsel pimpinan Ny Maphilinda Syahrial Oesman. Menariknya, kain songket asal Palembang yang usianya 300 tahun langsung menjadi tontonan pengunjung. Tidak hanya dipamerkan di Jakarta, 17 Mei mendatang songket asli Palembang ini akan diboyong ke Kota Alexandria, Kairo.

“Ini songket turun temurun. Usianya sekarang sekitar 300 tahun. Sebenarnya, koleksi kami ada yang usianya 400 tahun, tapi tidak dibawa,” kata Zainal, salah satu peserta asal Palembang yang tergabung di Tim Dekranasda Sumsel, kepada Sumatera Ekspres di lokasi pameran. Tim Dekranasda Sumsel menghadirkan tiga pesongket Sumsel di antaranya Zainal Songket, Triagunawan, dan Mir Senen.
Zainal mengatakan, songket yang usianya 300 tahun tersebut rencananya akan dibawa ke Kairo pada 17 Mei. Rencananya, tim Sumsel akan ke Timur Tengah mengikuti serangkaian kegiatan pameran. Hanya saja, songket dengan usia 300 tahun tersebut tidak dijual karena harganya sudah tidak ternilai.
“Kalau songket 300 tahun ini tidak dijual. Harganya tidak ternilai. Tapi yang kami jual ada beragam jenis songket. Misalnya motif tradisional, nagaberatung, lepusberantai, juga ada motif terbaru, bandong, bunga vakum, dan alang-alang lebar. Harganya kisaran Rp2-5 juta,” ungkap Zainal.
Dalam kesempatan pameran, stan Dekranasda Sumsel langsung ramai dikunjungi. Salah satunya istri Gubernur DKI Jakarta Ny Fauzi Bowo terlihat asyik melihat koleksi tenun songket khas Palembang. Termasuk kunjungan Assistant Vice President Bank Sumsel Jakarta Nelson Wijaya.
Zainal yang juga memiliki pusat kerajinan songket di berbagai lokasi di Tanah Air seperti Palembang, Jakarta, Riau, dan Batam masih mengharap dukungan dari pemerintah, terutama dari Pemprov Sumsel untuk keberangkatan ke Kairo. “Rombongan yang akan saya boyong ke Kairo nanti sekitar 20 orang, 7 di antaranya model. Dana yang dibutuhkan sekitar Rp250 jutaan,” terang pria kelahiran Palembang tersebut.
Ir H Rachman Zeith, kepala Dinas Pariwisata Sumsel mengatakan, pelaksanaan pameran songket ini yang pertama dilakukan di Indonesia. “Sumsel ikut diundang dan tim yang mengikuti pameran diwakili oleh tim Dekranasda Sumsel dipimpin Ibu Maphilinda,” ujarnya.
Sumsel sendiri menampilkan berbagai jenis dan motif songket khas yang tentunya tidak dimiliki daerah lain. Termasuk dengan menghadirkan songket yang sudah berusia ratusan tahun.
Tidak hanya mengikuti pameran songket, hari kedua (hari ini, Red) tim Dekranasda Sumsel juga akan mengikuti fashion show pakaian adat Sumsel. “Kita bangga bisa ikut ambil bagian. Sebab acara ini bukan hanya bertaraf nasional, tetapi internasional. Sejumlah peserta dari Thailand, Urbekistan dan sejumlah negara di Timur Tengah ikut ambil bagian. Ini ajang kita mempromosikan pakaian khas Sumsel ke dunia internasional,” pungkasnya sambil menambahkan, kegiatan ini juga disponsori Bank Sumsel.
Hadir sejumlah pejabat penting Tanah Air dalam pembukaan pameran yang di-launching oleh Ibu Negara tersebut, terutama para kepala dinas pariwisata provinsi. Dari Sumsel hadir Kadisbudpar Rahman Zeth, Dirut Bank Sumsel Asfan Fikri Sanaf, serta para perajin songket.
Saat sambutan, Ny Ani Yudhoyono, mengatakan, selera masyarakat internasional saat ini kembali ke gaya etnik. Peluang tersebut harus bisa dimanfaatkan oleh para perajin karena kain tradisional memiliki peluang yang besar di pasar internasional. ”Kain tradisional Indonesia sangat diminati dan diapresiasi oleh kalangan internasional,” kata Ani Yudhoyono saat membuka pameran.
Pameran-pameran kain tradisional, kata Ani, harus terus digelar agar masyarakat Indonesia dan internasional semakin mengenal dan menggunakan sebagai busana modern. Pameran semacam ini harus digelar juga di berbagai negara.
Selain itu, kata Ani, pameran dapat memacu para perajin untuk berinteraksi, menimba ilmu, serta menambah pengalaman guna meningkatkan kreasi dan hasil produksi. ”Saya percaya bahwa bangsa kreatif adalah bangsa yang akan menang di abad milenium ini,” ujar Ani.
Pameran tersebut menampilkan produksi kain dari berbagai daerah. Sejarah kebudayaan kain Indonesia terlihat melalui lebih dari 100 helai kain langka kuno, di antaranya adalah tais dari Tanimbar, hinggi kawaru dari Sumba, songket dari Kerajaan Siak Indrapura, tais feto dari Timor, ulos tumtung dari abad ke-19, serta aneka batik koleksi para kolektor. Juga ditampilkan kain tradisional dari Kamboja. Jepang, dan Tiongkok.
Selain itu ditampilkan kreasi busana dari perancang ternama, di antaranya Stephanus Hamy, Didi Budiarjo, Tuty Cholid, Denny Wirawan, Obin, Oscar Lawalata, Carmanita, Ghea Panggabean, dan Guruh Soekarnoputra.
Ketua Umum Wastaprema, Adiati Arifin Siregar mengatakan pameran ini dapat menjadi momentum kebangkitan ekonomi kreatif Indonesia. “Bangkitnya industri kreatif ini pada gilirannya akan menjadi lokomotif bagi ekonomi rakyat menyangkut ribuan perajin kain di seluruh Nusantara yang melibatkan jutaan tenaga kerja,” jelas Adiati. (05/19/tom)

Seruit? pernah denger enggak; (Sebenernya apasih Seruit itu?)

2008 Maret 13
Comments Off
oleh Galih tanpa seorang ratna

Pasti banyak yang belum tahu tentang Seruit.  Pasti ada yang bertanya-tanya kok websitenya ada keterangan bumbu-bumbu.  Ketimbang penasaran tapi malu buat bertanya tentang Seruit, berikut penjelasan singkat sesuai yang saya tahu.

Seruit adalah makanan khas Provinsi Lampung, Indonesia, yaitu masakan ikan yang digoreng atau dibakar dicampur sambel terasi, tempoyak (olahan durian) atau mangga. Jenis ikan adalah besarnya ikan sungai seperti belide, baung, layis dll, ditambah lalapan. Sedangkan minumannya adalah serbat, terbuat dari jus buah mangga kwini. Di toko-toko makanan dan oleh-oleh, juga terdapat makanan khas yaitu sambel Lampung, lempok (dodol), keripik pisang, kerupuk kemplang, manisan dll.

Mungkin rekan-rekan ingin mengoreksi atau menambahkan tentang Seruit?